English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

Jumat, 18 Juli 2014

Petani Cilebar Ramai-ramai Jual Sawah

- Harga Mencapai Rp 700 Juta per Hektare

CILEBAR,Suara Karawang- Rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya ternyata membawa dampak signifikan terhadap nilai jual beli tanah di Kecamatan Cilebar. Ini bisa dilihat dari tingginya harga tanah di pesisir utara Karawang. Melihat fenomena ini pun, banyak petani yang menjual sebagian sawahnya kepada para spekulan.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga sawah di pesisir utara yang sebelumnya Rp 200 juta-300juta per hektare, kini meroket 200 persen hingga menyentuh angka Rp 500-700 juta per hektare. Rencana pelabuhan yang berada di Desa Cilamaya Wetan berdampak kepada daerah penyangga guna mendukung sarana prasarana pendukung pelabuhan seperti areal peti kemas.
Kepala Desa Ciptamargi, Uyat kepada awak media menyatakan, bahwa petani di Cilebar, khususnya yang berdekatan dengan arean pelabuhan berbondong-bondong menjual tanah sawah mereka kepada tuan tanah atau spekulan. "Mereka beramai-ramai menjual sawah mereka kepada orang Jakarta yang mayoritas pengusaha. Sebab tanah mereka kebanyakan memang sudah tidak produktif lagi untuk ditanam," tandasnya.
Dikatakan dia, Kecamatan Cilebar sendiri akan menjadi areal paling terdampak dari pembangunan bandar pelabuhan yang menurut rencana bakal mulai dibangun 2015 mendatang. Menurut kabar yang beredar, Cilebar akan dijadikan lokasi penyangga pelabuhan. "Katanya bakal dijadikan kota penyangga. Makanya ini akan membuat lahan tambak di wilayah ini menjadi incaran para pengusaha. Lagian siapa juga yang tidak mau tanahnya ditawar hingga 2-3 kali lipat dari harga normal," kata dia lagi.
Hal senada pun disampaikan Agus, warga yang memiliki sawah. Ia membenarkan bahwa banyak spekulan yang menawar sawahnya tinggi-tinggi. "Tanah saya hanya satu hektar, tapi sudah ada yang berani nawar Rp 400juta. Siapa yang tidak mau sih, lagian tanah saya juga sudah sering banget kena hama ketika ditanami padi," tutur dia.
Saat ditanya apa profesi yang akan dijalani jika kelak tanahnya dijual. Ia mengaku akan menjadi nelayan. "Kalau dijual, saya akan mencari kerjaan lain bisa buka warung sembako ataupun nelayan," tutup Agus.(fah)


Cerita lainnya :