English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

Senin, 30 Juni 2014

Jembatan Telagasari Diragukan Selesai H-7 Lebaran

- Juanda: Pemudik Sering Melintas Lebih Awal

TELAGASARI, SK- Kasie Trantib Kecamatan Telagasari Juanda SH, meragukan pelebaran Jembatan Telagasari selesai H-7 lebaran, meskipun rekanan yang mengerjakan jembatan tersebut telah memastikannya.
"Insya Allah katanya sih H-7 sudah selesai dikerjakan," katanya, kepada SK.
Menurutnya, jembatan yang menghubungkan Tempuran-Wadas-Kosambi itu diakuinya banyak dikeluhkan, lantaran selalu menjadi biang kemacetan. Karenanya ia menerima laporan bahwa pekerjaan itu akan selesai pengecorannya pada H-7 lebaran. Jika melihat kondisi infrastrukturnya, ia tidak begitu yakin jika pekerjaan bisa selesai dalam waktu 2 minggu, namun konon dengan peralatan coran cetak dalam dua hari saja bisa rampung, tapi dirinya berharap H-10 sudah bisa selesai, karena Jalan Syech Quro sudah dilintasi pemudik jauh-jauh hari. "Katanya dengan cetak coran yang bagus, dengan dua hari saja selesai, mudah-mudahan bisa segera rampung lebih awal," katanya.
Juanda menambahkan, skema jembatan konon persis dengan pembuatan jembatan di Telukjambe, tinggal memasang material sepeti jalan layang diarah belokan ke arah Tempuran agak diperlebar. Saat sidak, dirinya mengusulkan kepada bupati agar reklame yang terpasang dibelokan jembatan dipindahkan. Selain direspon positif, bupati juga menyaSKn untuk segera membuatkan laporannya kepada BPMPT Karawang. "Skemanya seperti Jembatan Telukjambe, pakai seperti jalan layang dan sudah dipasang, sementara pengecoran alat untuk dipasang dijembatannya masih dicetak di Klari," ujarnya.
Sebelumnya, salah seorang pengendara Indra (30) berharap, pelebaran Jembatan Talagasari bisa segera rampung H-10 lebaran. Beruntung, saat ini jembatan tersebut dipoles hotmik setelah lama dibiarkan rusak dan memperparah kemacetan, sayangnya polesan hotmik yang biasa dadakan itu disebut-sebut konon karena menyambut kedatangan Menteri Negera BUMN Dahlan Iskan saat kunjungan gropyokan tikus di Lemahduhur, Kecamatan Tempuran. "Untung sekarang sudah dihotmik jadi agak lancar, tapi itupun katanya dadakan karena mau ada menteri ," singkat pria asal Lemahkarya ini. (rud)

Cerita lainnya :