English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

Rabu, 25 Juni 2014

Warga Cikampek Barat Keluhkan Sampah Liar

CIKAMPEK,SK- Warga Cikampek Barat mengeluhkan banyaknya sampah liar yang berseSKn di pinggir jalan, salah satunya di Kampung Sukatani, Dusun Sukamulya, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek. Selain membuat lingkungan kotor, sampah tersebut juga menimbulkan bau tak sedap.
Salah seorang warga Cikampek Barat Efendi Ismail mengatakan, ada beberapa titik menumpuknya sampah liar seperti di sekitar Perum Pondok Melati dan Kebon Pintu. "Saya kurang begitu jelas apakah sampah-sampah ini dari warga sekitar atau orang yang lewat. Saya sempat menunggu di lokasi yang biasa sampah menumpuk, tak ada orang yang membuang. Tapi setelah ditinggalkan sampah banyak menumpuk," katanya.
Efendi sempat melakukan kerja bakti dengan warga lainnya untuk membersihkan sampah tersebut, tapi sampah kembali menumpuk. Dia pun mencoba mencegahnya dengan memasang spanduk larangan dengan mencantumkan sanksi sesuai dengan Perda K3, tapi hal tersebut pun tidak efektif. "Saya sengaja mencantumkan hukuman sesuai dengan Perda K3, waktu spanduknya ada agak sedikit sampahnya, tapi pas tidak ada banyak lagi," kesalnya.
Menurutnya, sampah-sampah tersebut menumpuk di lahan kosong milik warga. Jika terus dibiarkan, dia khawatir sampah akan terus menumpuk dan kedepanya bisa dianggap tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah setempat harus segera menangani masalah ini jangan sampai terus berlarut-larut. "Saya meminta pada kepala desa, setiap rapat minggon harus disosialisasikan, terutama tentang Perda K3. Agar kesadaran masyaSKt bisa tumbuh dan membuang sampah tidak sembarangan. Kalau semacam ini sampah bisa merusak lingkungan," ucapnya.
Efendi juga meminta, agar setiap perumahan yang ada di wilayahnya, untuk membuat depot sampah, agar warga tidak membuat sembarangan. Selain itu, dia juga menghimbau pada masyaSKt, untuk disiplin dalam membuang sampah. "Ini perlu kerjasama dari semua pihak. Dari pemerintahnya, dari masyaSKtnya juga agar disiplin membuang sampah. Jangan sampai menumpuk dipinggir jalan seperti ini," harapnya.
Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Wahyu (27), merasa terganggu dengan banyaknya sampah dipinggir jalan. Pasalnya, sampah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap. "Kalau melintas jalan ini memang tercium aroma bau tak sedap. Ternyata sumbernya dari sampah-sampah ini. Kalau bisa, segera dibersihkan dan diangkut ke tempat pembuangan sampah, menganggu soalnya," paparnya.
Ditambahkan dia, selain memberikan himbauan pada warga, pemerintah juga harus menyediakan tempat pembuangan sampah yang layak, yang bisa digunakan oleh masyaSKt. "Kadang masyaSKt dihimbau untuk buang sampah pada tempat, tapi tempatnya tidak ada. Ini juga harus dipikirkan, agar masyaSKt bisa membuang sampah dengan disiplin," pungkasnya. (asy)

Cerita lainnya :